Ternyata acara FRM tidak hanya sekedar training motivation. Acara makan-makannya kan belum ada. Berarti acara pasti belum selesai. Kali ini acara dari FRM yaitu . .
1. Promosi FRM
FRM UI adalah bla-bla-bla - maaf saya bukan pendengar yang baik.
2. Membahas Permasalahan Masyarakat
"Kita tahu islam pada sat ini, mengalami keterpurukan. Sekarang kakak beri waktu lima menit untuk membuat ide supaya masyarakat indonesia menjadi lebih baik."
"Waktunya terlalu banyak itu. Saya sudah memikirkannya." Suara dari sebelah kiri.
"..." yang lain hanya terpaku.
"Kamu sudah?"
"Sudah."
"Yang lain?"
"Belum." Saya dan Hadi serempak menjawab.
5 Menit berlalu.
"Ya, waktu habis. Mulai dari akhi Adi."
"Hemm, menurut saya, yang harus dibenahi yaitu informasi."
"Oh, maksud kamu medianya?"
"Iya, karena media itu sangat berpengaruh terhadap masyarakat sekarang. Jadi, medianya terlebih dahulu harus dibenahi."
"Oke, selanjutnya mas Hadi."
"Kalau menurut saya, dari pendidikannya. Dahulu, pendidikan indonesia mengharuskan setiap muridnya mewajibkan ilmu keagamaan. Jika nilai agamanya baik, barulah murid tersebut dapat dinyatakan lulus. Coba liat saat kini. Sekolah-sekolah sudah tidak mewajibkan adanya pendidikan agama sebagai penentu kelulusan. Maka efeknya bisa dilihat seperti sekarang."
"Berarti pendidikannya ya? Lalu, apa rencana yang akan dilakukan terhadap pendidikan tersebut?"
"hemm,, belum terpikirkan."
"Baiklah, lanjut kepada Muhammad Saefuddin."
"menurut saya dengan cara pendekatan. Jadi setiap orang dilatih untuk saling mengenalai. Sehingga sesama kita dapat saling memahami. Karena sedikit sekali penjahat yang akan menjahati temannya sendiri."
"Berarti bisa disebut dengan cara dari hati ke hati. Lalu, bagaimana penerapannya?"
"Waduh, belum terpikirkan."
Baik, selanjutnya anda. - Maaf penulis lupa namanya.
"Oh, kalau saya sama melalu jalur pendidikan."
"Sama seperti Hadi."
"Engga. Saya lebih fokus ke orang kurang mampu. Seperti adanya beasiswa, kemudian penitipan keluarga dan sebagainya."
"Baiklah, sekarang kakak perjelas satu persatu ya. Mulai dari Adi, yaitu media. Aakah mungkin hal tersebut akan berhasil? PErlu diketahui bahwa sebagian besae media-media di Indonesia di kuasai oleh non muslim. Apakah mungkin kita akan mengajukan acara-acara islami, sedangkan pemilik media tersebut non muslim? Bukan hanya kepemilikannya, isi beritanya pun dikuasai oleh non muslim. Contohnya saja serangan-serangan yang sengaja atau tidak disengaja. Bahwa jumlah korban yang dikabarkan lebih sedikit, malah dapat dikatakan sangat sedikit dibandingkan keadaan atau berita aslinya. Lalu bagaimana kita dapat membenahi melalui jalur media informasi?
Kemudian dari Hadi, yaitu jalur pendidikan. Kita kan sudah tahu bahwa sekarang telah ada pengelompokan-pengelompokan. Ada SMA, ada MA. Ada SMP, ada MTs. Ada SD, ada MI. Semua itukan mebuktikan bahwa pendidikan ini terlalu dikotak-kotakkan. Jadi, bagi anaknya yang hanya menginginkan pendidikan umum, maka mengambil sekolah umum. Sedangkan jika ingin mendapat pendidikan agama secara mendalam, maka ambilah jalur MI, MTs atau MA. Di sini terlihat, jika sudah besar nanti, bagaimana para wakil rakyat kita. Mana yang menjadi orang yang zolim atau pemimpin yang bijaksana. Tetapi, keadaan sudah seperti ini. Apa bisa diubah?
Kemudian yang terakhir pendidikan diutamakan kepada yang tidak mampu. Masih mending jika orang yang tidak mampu tersebut adalah anak pintar. Mereka akan dapat beasiswa yang mencukupi. Tetapi jika tidak? Kemudian, mereka jugakan menjalani kehidupan. Dari mana mereka makan? Dari mana ongkos mereka? Dari mana mereka mebeli buku-buku? Mereka butuh uang kan? Kan tidak mungkin jika orang naik angkot, kemudian ketika turun sang penumpangnya berkata 'saya orang berpendidikan, saya dapat beasiswa. Jadi tolong izinkan saya tidak membayar.' Apakah bisa seperti itu? Jika naik motor, pasti kan perlu bensin. Bensin dapet dari mana? Kemudian, motornya sewa atau beli? Pajaknya bagaimana? Ternyata beasiswa tidak memecahkan masalah kan?"
"Kalau baksos?"
"Begini, baksos tuh tidak hanya bisa sekali. Coba, sekarang makan dari baksos. Esoknya? Mau makan dari baksos lagi? Seterusnya dari baksos?"
"..."
"..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar